Beasiswa Sesuai Kebutuhan Daerah

Posted on Agustus 23, 2008

1


Beasiswa Sesuai Kebutuhan Daerah
Gamawan : Terapkan Program Bapak Angkat
Padang, Padang News Online- Sejumlah kepala daerah di Sumbar cukup respons dalam membantu mahasiswa berprestasi tetapi miskin secara ekonomi. Beragam skema kebijakan sudah mereka jalankan sesuai dengan kebutuhan daerah dan ketersediaan anggaran.

Ada yang membaginya secara adil per nagari dan ada pula yang memprioritaskan untuk mahasiswa yang mengambil program keguruan. Pasaman Barat (Pasbar) misalnya sudah menjalankan program tersebut sejak dua tahun lalu dengan memberikan kuota satu orang per nagari. Mereka yang lolos seleksi akan mendapat bantuan dana Rp5 juta di tahun pertama dan Rp1 juta per bulan selama empat tahun. Namun prioritasnya selain miskin mereka yang lulus melalui jalur PMDK di lima universitas ternama seperti UGM, UI, ITB, IPB, dan Unand.

”Tapi kalau tidak mencukupi bisa diambil dari yang lulus SPMB,” terang Bupati Pasbar Syahiran kepada koran ini, kemarin. Pemkab Pasbar juga menganjurkan selepas kuliah mereka berkiprah di pusat, terutama di departemen sehingga ke depan akses pemerintah daerah di pusat bisa lebih mudah. ”Ini strategi jangka panjang yang sedang kita jalankan,” ungkapnya.

Namun pemerintah daerah, terang Syahiran, tetap ekstra hati-hati dalam menyalurkan bantuan tersebut. Dikatakannya petugas tidak sekadar membaca pengajuan dari mahasiswa tetapi status miskinnya harus dibuktikan dengan daftar penerima beras untuk rakyat miskin (Raskin) dan asuransi kesehatan untuk masyarakat miskin (Askeskin).

Beasiswa juga diberikan bagi mereka yang akan menamatkan S-1, S-2 dan S-3. Mereka yang ingin melanjutkan pendidikan ke luar negeri pun diberikan bantuan dana. ”Memang dananya tidak sebesar untuk mahasiswa baru. Kita bantu dana keberangkatannya sebesar Rp7,5 juta,” terangnya.

Lain lagi dengan tetangganya Pemkab Pasaman. Bupati Pasaman Yusuf Lubis lebih memprioritaskan beasiswa untuk mahasiswa yang mengambil program keguruan. Dikatakannya hal itu sesuai dengan kondisi Pasaman yang masih membutuhkan guru dalam jumlah yang cukup banyak. ”Ini juga sesuai visi Pasaman meningkatkan kualitas pendidikan,” tukasnya.

Yusuf Lubis mengaku sudah mengalokasikan bantuan dana buat mahasiswa miskin dan beprestasi sejak tahun 2007 lalu, tetapi jumlahnya masih terbatas. ”Baru lima orang per tahun karena dananya cukup besar. Dibutuhkan dana sekitar Rp 30 juta perorang untuk satu orang mahasiswa,” bebernya.

Antusias : Calon mahasiswa antre mengambil formulir pendaftaran SNM-PTN, di pelataran Gedung Ruangan Serba Guna, UNP, kemarin. Guyuran hujan tak mengurangi animo mereka untuk mendapatkan formulir.

Sementara Wakil Bupati Solok Selatan (Solsel), Nurfirmanwansyah mengakui tahun 2008 ini Pemkab Solsel belum mengalokasikan dana untuk program tersebut. Namun ia berjanji dalam anggaran perubahan program tersebut akan diakomodir “Kita sudah dapat kuota 23 orang di Unand di berbagai program studi. Karena dalam rakor beberapa waktu lalu Solsel bersedia membantu Unand sebesar Rp500 juta per tahun. Nah, mahasiswa miskin dan berprestasi itu akan kita akomodir lewat program tersebut,” terangnya.

Terbatas

Gubernur Sumbar Gamawan Fauzi mengatakan siswa-siswa lulusan SMA yang memiliki prestasi namun berasal dari keluarga kurang mampu dapat memanfaatkan dana beasiswa yang sudah dianggarkan di Dinas Pendidikan Sumbar. Namun ia mengaku belum bisa mengakomodir semuanya karena terbatasnya anggaran. Jangka pendek ia berharap ada bapak angkat yang mau membantu program tersebut.

Tahun ini terang Gamawan Pemprov akan dibentuk yayasan penyedia dana. Rencananya dana tersebut akan dikumpulkan dari sumbangan pihak ketiga seperti Community Development perusahaan-perusahaan besar yang ada di Sumbar. Saat ini sudah diterima dari PT Rajawali sebesar Rp 28 miliar dan sudah diserahkan dari tahun 2006. Ditargetkan, dana tersebut akan diperoleh sampai 2009 dengan total dana mencapai Rp 45 miliar.

Saat ini sudah ada di kas daerah Bank Nagari Rp28 miliar. Ke depan dana tersebut dapat bertambah untuk diberikan beasiswa bagi pelajar dan mahasiswa miskin untuk melanjutkan ke Perguruan Tinggi atau diberikan pinjaman terhadap mahasiswa yang berprestasi berbakat tetapi orangtuanya miskin. Hal ini belajar dari pengalaman sebelumnya, seorang anak berprestasi Cikita yang memiliki nilai UN terbaik dan diterima di perguruan tinggi di Fakultas Kedokteran Unand, tapi tidak memiliki dana.

”Kita sudah bicarakan dengan Komisi IV DPRD untuk memanfaatkan dana bantuan dari PT Rajawali tersebut. Pembicaraan tahap awal tersebut nantinya akan kita bicarakan dengan DPRD secara menyeluruh. Apakah bantuan ini perlu persetujuan dewan atau cukup mengetahui saja,” kata Gubernur Sumbar.

Tak Mungkin

Pengamat Pendidikan Universitas Negeri Padang (UNP), Jasrial menilai tidak mungkin dinas menanggung beasiswa semua mahasiswa miskin dan berprestasi tersebut. Ia menyarankan pemerintah juga membuat skema kebijakan beasiswa yang berbeda sesuai tingkat kemiskinanna. Selain itu harus benar-benar diverifikasi ke lapangan sehingga tepat sasaran. “Menghimbau perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Sumbar menyalurkan sebagian keuntungan perusahaannya buat pendidikan juga bisa dilakukan pemerintah,” ujarnya. (Tim Padek)