Info Beasiswa

Informasi beasiswa Indonesia dalam negeri dan luar negeri, sekolah, diploma (non-gelar), d3, ekstensi, s1, s2, s3, postdoc, fellowship, short-course, pelatihan, lomba esai, lowongan kerja, pertukaran pelajar, dll

Info beasiswa dalam negeri dan luar negeri yg lebih lengkap dan diupdate setiap hari dapat dilihat di animasi banner beasiswa di bawah.  Untuk info selengkapnya klik animasi banner beasiswa yg sesuai.

Bagi pencari beasiswa pemula, berikut tip & trick sangat bagus dalam mencari beasiswa dari Sdr. Amwibowo.

Tips Beasiswa Luar Negeri

Beasiswa S2 dan S3 Luar Negeri

Berikut ini adalah beberapa teknik-teknik mendapatkan beasiswa sekolah untuk jenjang S2 dan S3 ‘gratis’ di luar negeri.

Pengantar
Penulis sering ditanya bagaimana caranya bisa bersekolah ‘gratis’ di luar negeri. Saya memberikan tanda kutip pada ‘gratis’ karena sebenarnya tidak 100% modal dengkul. Dalam beberapa kasus, at least kita harus bekerja terlebih dahulu untuk mengumpulkan uang untuk tiket pesawat + biaya hidup bulan pertama, dan situasi mungkin tidak memungkinkan kita untuk berkeluarga terlebih dahulu.

Jenis beasiswa yang akan saya utarakan pertama adalah jenis beasiswa yang kansnya tinggi untuk mendapatkannya. Biasanya beasiswa jenis ini adalah beasiswa jenis riset, dan untungnya, hampir semuanya tanpa ikatan dinas. Untuk beberapa jenis beasiswa, mereka lebih senang kalau sang pelamar bekerja untuk institusi pendidikan, lembaga penelitian, atau LSM.
Satu rule of thumb yang patut dihayati adalah: ‘kita harus berkelat-kelit untuk mendapatkan beasiswa S2, tapi relatif jauh lebih mudah untuk mendapatkan beasiswa S3′. Makanya jika Anda mengejar waktu, sebaiknya ambil dulu S2 di Indonesia, sambil juga melamar S2/S3 di tempat lain. Kalau dapat S2 gratis di luar negeri, ya yang di Indonesia ditinggal saja.Daftar Beasiswa Berdasarkan Negara
Secara umum, beasiswa ini memiliki karakteristik:
tidak memiliki ikatan dinas sama sekali
mahasiswa harus mengerjakan penelitian sesuai minatnya, dan sekaligus sebagai thesisnya
——————————————————————————–
1. Amerika Serikat
Biasanya sekolah sekolah bagus di Amerika Serikat, (katakanlah top 50 pada bidangnya) sering memberikan beasiswa yang disebut stipend, meskipun baru mahasiswa S2. Besarnya stipend sekitar US$1000-1400, tergantung lokasi. Yang jelas cukup sekali untuk hidup. Mahasiswa yang menerima stipend itu, juga tidak perlu membayar uang sekolah (tuition fee). Lamanya stipend adalah per semester, tapi saat summer biasanya diberikan pekerjaan lain di universitas (mostly guaranteed). Kalau sedang sial (jarang sekali), tidak dapat assistantship untuk semester itu, ya pulang saja ke Indonesia dahulu.
Syarat penting mendapat beasiswa adalah harus mau menjadi teaching assistant atau research assistant. Teaching assistant bertugas membantu proses belajar-mengajar di kelas, seperti fotokopi, setup komputer di lab untuk kelas itu, memeriksa tugas-tugas, dan memberikan tutorial di luar jam kelas. Sedangkan research assistant bertugas membantu professor di lab, seperti membuatkan program untuknya, mengatur laboratioriumnya, membuat dokumentasi riset dan sebagainya. Mahasiswa selain melakukan penelitian, juga masih diwajibkan untuk mengambil coursework (kelas).Memang harus diakui bahwa ada beberapa sekolah terkenal yang hanya memberikan jaminan beasiswa kepada mahasiswa S3. Untungnya, di AS, mahasiswa S1 bisa langsung masuk program S3, dimana di tengah-tengah perjalanan menumpuh S3 itu ada sertifikat bahwa ybs sudah melampaui jenjang S2. Jadi bisa ngerti sendirilah … :-pUntuk mendaftar ke pendidikan pascasarjana ke AS, biasanya mereka mengharuskan pelamar memberikan hasil nilai TOEFL dan GRE General Test resmi dari ETS (www.ets.org). Beberapa universitas terkemuka juga mengharuskan mengambil GRE Subject Test, misalnya GRE Computer Science, GRE Biology, GRE Economics, dan sebagainya. Di Jakarta, cabang ETS terletak di Menara Emporium, Jl.Rasuna Said, Kuningan. Biaya TOEFL sekitar US$60, GRE sekitar US$120. Kalau punya TOEFL > 580 (standar nilai lama) dan GRE General Test > 1750 saya sarankan pergi ke AS.Bahkan, saya sarankan untuk mendaftar di top 20 jika memiliki GRE > 1900. Go for it!

Pelamar dapat mendownload formulir pendaftaran langsung dari website universitas tersebut. Dalam formulir pendaftaran itu, biasanya ada pertanyaan dari mana sumber pendanaan untuk kuliah nanti. Pilihlah option untuk ‘menggantungkan sepenuhnya pada universitas dengan stipend assistantship’. Biaya pendaftaran biasa antar US$30-$60.

Kemudian mereka biasanya menyuruh kita untuk membuat statement of purpose. Tujuan dari statement of purpose adalah untuk meyakinkan bahwa Anda layak dapat beasiswa. Anda harus menunjukkan ‘kemampuan’ Anda, jangan malah merendahkan diri! Statement of purpose isinya:

mengapa kita ingin melakukan pendidikan tinggi
bidang peminatan kita apa, kalau bisa tunjukkan sedikit pengetahuan Anda mengenai ‘trend’ di bidang riset itu.
mengapa kita ingin melakukan riset di bidang itu
kalau sudah selesai mau jadi apa dan mau bekerja di mana (akademisi, industri, profesional, etc.) sebagai apa
Selain itu Anda sebaiknya juga menceritakan:

kalau mungkin, tunjukkan bahwa Anda memiliki kompetensi di bidang itu (jadi memang ada baiknya dari sekarang Anda sudah memiliki bidang yang fokus).
tunjukkan bahwa Anda bisa menjadi asisten pada mata kuliah S1 apa saja (jika jadi teaching assistant). Tapi jelaskan pula bahwa Anda bisa ‘fleksibel’.
Karena biasanya statement of purpose itu harus singkat dan lugas (sekitar 1/2 halaman, max 1 halaman), kalau perlu Anda menceritakan 2 point di atas di luar statement of purpose. Tapi kalau masih muat, ya masukkan saja dalam statement of purpose.

Sebelum mendaftar, ada baiknya jika Anda memastikan terlebih dahulu bahwa bidang Anda minati, ada profesor yang memiliki minat yang kurang lebih sama di universitas itu. Sebaiknya, bercakap-cakap dahululah dengan profesor tersebut, katakan bahwa saya tertarik untuk melakukan riset. Tanyakan pula apakah dia berminat mengambil Anda menjadi mahasiswanya. Jangan lupa cari muka sedikit :-) . Hal ini akan sedikit memperlicin jalan saat seleksi mahasiswa baru. Sekedar info, biasanya universitas di AS tidak meminta research plan yang kongkrit, karena baru saat di sana nanti merencanakan riset.

By the way, sebelum pergi ke AS, kita juga harus memiliki persediaan uang selama satu bulan ($1500+), plus tiket pesawat ke Amerika Serikat.(sekitar $700).

——————————————————————————–
2. Kanada
Sama seperti Amerika Serikat, dan banyak diantara mereka tidak memerlukan GRE Subject Test. Meskipun ada Canadian Education Centre (CEC) di World Trade Center, Jl.Jendral Sudirman, tapi saya pikir cukup ke website universitasnya saja.

——————————————————————————–
3. Jerman
Di negara-negara Eropa daratan (excluding British), biasanya tidak mengenal program bachelor (S1), karena bachelor adalah pola pendidikan Anglo-Saxon. Yang bisa dibilang dekat dengan S1-nya adalah program-program politeknik. Nah, oleh karena itu lulusan S1 Indonesia harus diupgrade agar sama dengan lulusan uni Eropa daratan, yakni Doktorandus (Drs), Diplom (Dipl) atau Licente (Lc). Gelar kesarjanaan ini sama dengan S2.

Seperti banyak kita ketahui, universitas-universitas di Jerman sama sekali tidak memungut biaya. Tapi tentu saja kita harus memiliki sumber pendanaan untuk biaya hidup.

DAAD (www.daad.de) adalah lembaga Jerman yang menyediakan informasi pendidikan dan juga informasi beasiswa di Jerman. Kantornya di Jakarta berlokasi di Gedung Sumitmas II, Jl.Jendral Sudirman, di depan Depdikbud. Mereka memiliki program beasiswa setiap tahun. Skim beasiswa yang disediakan DAAD mencakup S2, S3, sandwich program, riset 3-6 bulan, dan juga postdocotoral research. Tiket pesawat disediakan. Kalau dapat beasiswa dari DAAD, bisa modal dengkul.

Ada pula beasiswa dari industri seperti dari Siemens besarnya 1200 DM. Tidak harus pegawai negeri.

Untuk belajar di Jerman tidak harus melalui DAAD. Kalau untuk S3, setiap mahasiswa S3 pasti mendapatkan beasiswa. Jadi bisa saja setelah Anda lulus S2, Anda langsung mencari universitas di Jerman yang kebetulan ada profesor yang bidangnya sama dengan bidang peminatan Anda, dan melamar. Tapi tentu Anda akan butuh mencukupi sendiri biaya hidup 1 bulan dan tiket pesawat ke Jerman.

Untungnya, berbeda seperti di AS dan Kanada, biasanya di Jerman, Belanda, Austria, Belgia dan Switzerland, tidak memiliki kewajiban jadi teaching assistant atau research assistant. Kalaupun ada biasanya cuma 1 session tutorial per minggu. Tidak berat sama sekali. Kalaupun kita disuruh menulis paper, itu juga biasanya untuk kepentingan kita juga. Gaji (atau katakanlah beasiswa) kita cukup sekali untuk hidup.

Jangan lupa kontak profesornya dahulu (sama dengan cara yang di AS). Kirimkan pula statement of purpose dan research plannya. Kalau perlu diskusikan dahulu research plannya (biar cocok dengan pembimbingnya) sebelum mendaftar ke universitasnya.

Isi research plan itu standar-standar saja: latar belakang masalah, problem, metodologi penelitan, bagaimana kamu kira-kira akan memecahkan masalah tersebut, dll. Garis besarnya saja, asal bisa memberikan gambaran apa yang akan Anda teliti.

Saya sarankan untuk mengambil kursus bahasa Jerman di Goethe Institute, karena paling sedikit ada 3 negara yang menyediakan beasiswa, menggunakan bahasa Jerman, yakni Jerman, Switzerland dan Austria. Peluang beasiswa menjadi meningkat. Sudah begitu, kalau sudah bisa Jerman, belajar bahasa Belanda jadi gampang sekali.

Sebenarnya kalau Anda menempuh S3, dalam realitanya tidak harus menggunakan bahasa Jerman saat berdiskusi dengan peer atau profesor. Hal ini karena tidak banyak orang yang mau mengikuti program S3, dan biasanya universitas itu yang ‘membutuhkan’ mahasiswa S3. Cuma, untuk meningkatkan probabilitas mendapatkan beasiswa, kenapa tidak belajar bahasa Jerman?

——————————————————————————–
4. Belanda
Sama persis dengan Jerman, hanya saja nama lembaga penyalur informasi pendidikannya adalah Netherlands Education Center (NEC). Di Jakarta lokasinya di Gedung Patra Jl.Gatot Subroto, Kuningan. Kantornya bersebelahan dengan kantor kamar dagang Belanda di Indonesia.

Sekolah di Belanda juga gratis, tapi yang international programme biasanya tidak gratis. Pemerintah Belanda juga menyediakan skim beasiswa yang saingannya lumayan banyak, namanya beasiswa TALIS.

NEC juga menyediakan informasi beasiswa tahunan yang disediakan langsung oleh universitas-universitas di Belanda. Selain itu ada juga program-program internasional yang berbahasa Inggris. Sayangnya untuk level S2 (Drs, Ir.), beasiswa kelas-kelas berbahasa Inggris itu biasanya cuma 1/2 uang tution fee dan sulit mendapatkannya.

Untuk S3, gratis dan digaji, sama seperti Jerman.

Informasi lebih lanjut bisa hubungi:

Netherlands Education Centre
Citra Graha 7th floor, suite 703
Jl. Jend. Gatot Subroto kav. 35-36
Jakarta 12950
Indonesia
Phone (62 21) 5200453, 5201085
Fax (62 21) 5200457
E-mail: necjkt@ibm.net

——————————————————————————–
5. Austria & Swiss
Secara umum sama seperti Jerman. Tiap tahun kedutaan Austria dan Switzerland juga menyediakan beasiswa, namun berbeda dengan Belanda dan Jerman, mereka tidak menyediakan beasiswa S2 sama sekali. Yang mungkin adalah gelar S2 dari Indonesia, tapi sandwich di sana (penelitian 6 bulan – 1 tahun). Tapi tentu masih mendapat sertifikat. Selain itu tentunya beasiswa dari kedutaan Austria dan Switzerland juga ada yang untuk S3. Semuanya lengkap dengan tiket pesawat dan ongkos hidup. Practically bisa dengan modal dengkul kalau dapat beasiswanya.

Saat interview di kedutaan biasanya akan ditanya hal-hal yang sama seperti dalam statement of purpose dan research plan. Di kedutaan Swiss juga ada test bahasa, sekedar untuk menguji saja, toh nanti juga disekolahkan di sekolah bahasa di Swiss sebelum masuk kuliah. Tergantung Anda memilih sekolah di mana, ada universitas di Swiss yang berbahasa Perancis, seperti misalnya di Geneva. Tapi kalau di sebelah utara dan timur, umumnya berbahasa Jerman.

Anda juga bisa daftar langsung ke universitas yang bersangkutan, terutama untuk program S3, dengan cara sama seperti Jerman & Belanda. Gratis dan digaji juga.

E-mail kedutaan besar Swiss (di Jl.Rasuna Said, dekat Erasmus Huis): swiemjak@rad.net.id

——————————————————————————–
6. Jepang
Sebenarnya kalau sampai di Jepang sana, cukup banyak beasiswa, namun sayangnya tidak banyak yang full membiayai uang kuliah dan biaya hidup. Bahkan untuk S3 saja juga harus bayar.

Pemerintah Jepang menyediakan juga beasiswa Monbusho kepada orang-orang Indonesia. Ada dua jenis beasiswa Mombusho. Yang pertama pelamar harus pegawai negeri atau dosen. Melalui jalur ini, pelamar kalau lolos seleksi akan dicarikan pembimbing/profesor yang cocok sesuai minat. Sedangkan yang satu lagi sang pelamar harus aktif mencari sang profesor, dan menanyakan apakah si profesor tersebut bersedia menjadi pembimbing riset pelamar. Klik di sini untuk informasi lengkap mengenai beasiswa Monbusho.

Di kedutaan Jepang Jl.MH Thamrin, terdapat perpustakaan yang berisi informasi pendidikan tinggi di Jepang.

Informasi mengenai beasiswa di Jepang di bawah ini saya dapatkan dari rekan saya Rahmat:

a. INPEX Foundation
Beasiswa ini untuk melanjutkan S2 di Universitas Jepang. Beasiswa ini tidak mengikat (tidak ada ikatan dinas). Test dan sistem seleksinya diadakan di Indonesia. Beasiswa ini mengcover juga tiket pp Indonesia – Jepang. Pendaftaran dibuka dari tanggal 1 Agustus dan deadline penyerahan dokumen tanggal 15 Nopember. Besarnya beasiswa 160.000 yen/bulan. Uang kuliah, uang
pendaftaran, uang ujian masuk ditanggung semua oleh sponsor. Formulir applikasinya bisa di dapat di alamat berikut :
14 F Ebisu Neorato 4-1-18 Ebisu, Shibuya-ku, Tokyo 150-0013 JAPAN

b. The OKAZAKI Kaheita International Scholarship Foundation
Beasiswa ini untuk melanjutkan S2 di Universitas Jepang. Beasiswa ini tidak mengikat (tidak ada ikatan dinas). Test dan sistem seleksinya diadakan di Indonesia. Beasiswa ini mengcover juga tiket pp Indonesia – Jepang. Formulir applikasinya bisa di dapat di alamat berikut :
3-2-5 Kasumigaseki, Chiyoda-ku, Tokyo 100-0013 JAPAN

c. The Hitachi Scholarship
Beasiswa ini bisa untuk S2 ataupun S3. Syaratnya harus alumni dari ITB, UI, UGM, IPB dan formulir bisa diambil dan ditanyakan dari rektorat masing-masing universitas tsb diatas. Beasiswa ini juga mengcover tiket pp Indonesia – Jepang, uang kuliah, uang pendaftaran, uang ujian masuk, perumahan ditanggung juga, dan uang beasiswa 180.000 yen/bulan. Informasi lebih lanjut bisa di dapat di :
1-5-1 Marunouchi, Chiyoda-ku, Tokyo 100-0005 JAPAN

d. Matsushita Electric Industrial Co., Ltd
Panasonic Scholarship Beasiswa ini untuk melanjutkan S2 di Universitas Jepang. Tidak ada ikatan dinas dalam beasiswa ini. Pendaftaran dibuka bulan February – Maret. Beasiswa ini juga mengcover tiket pp Indonesia – Jepang. Uang kuliah, uang
pendaftaran, uang ujian masuk ditanggung oleh sponsor, uang beasiswa 200.000 yen/bulan.
Informasi lengkap lihat di http://www.panasonic.co.id/
atau kontak e-mail : PAN11311@pas.mei.co.jp
Panasonic Scholarship, Matsushita Electric Industrial Co., Ltd
1006 Kadoma Osaka, 571-8501 JAPAN

e. Beasiswa dari Aichi Prefecture, Aichi Scholarship
Beasiswa ini untuk melanjutkan S2 di Universitas Jepang. Tidak ada ikatan dinas dalam beasiswa ini. Deadline penyerahan application 20 Mei. Syarat yang harus dipenuhi, Universitas yang dipilih harus berada di Aichi Prefecture. Uang kuliah, uang pendaftaran, uang ujian masuk ditanggung oleh sponsor, uang beasiswa 185.000 yen/bulan. Informasi lebih lanjut bisa di dapat di : Aichi Prefectural Office, 3-1-2 Sannomaru, Naka-ku, Nagoya-shi, Aichi 460-01 JAPAN

f. The Japan Securities Scholarship Foundation
Beasiswa ini untuk melanjutkan S2 di Universitas Jepang. Tidak ada ikatan dinas dalam beasiswa ini. Application dari bulan Januari sampai Mei. Beasiswa mengcover tiket pesawat, Uang kuliah, bantuan biaya perumahan (apartemen), dan uang beasiswa bulanan sebesar 120.000 yen. Beasiswa ini diberikan buat jurusan Social Science, Humanities. Informasi lebih lanjut bisa di dapat di :
Tokyo Shoken Building
5-8 Kayabacho, 1-chome, Nihonbashi, Chuo-ku, Tokyo 103-0025 JAPAN

——————————————————————————–
7. Singapura
Singapura memiliki dua universitas ‘negeri’, yakni National University of Singapore (NUS), dan yang lebih baru yakni Nanyang Technological University (NTU). Memang harus diakui bahwa NUS bukan sekolah ‘bule’ (meskipun banyak pengajarnya dari manca negara), tapi peringkat NUS selalu berada di top 10 universitas di Asia, dan selalu diatas seluruh universitas Australia. Meskipun untuk orang awam seolah-olah tidak membanggakan (karena bukan sekolah bule), namun reputasi internasional NUS memudahkan mahasiswanya dan lulusannya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi lagi.

Beasiswa yang disediakan oleh pemerintah Singapura melalui kedua universitas itu ada yang berbasis coursework (sulit masuknya, saingannya ketat dari seluruh ASEAN), dan ada lagi yang berbasis riset S2/S3 (lebih mudah). Untuk mendapatkan beasiswa berbasis riset, dalam formulir pendaftaran (download dari www.nus.edu.sg atau www.ntu.edu.sg) juga lampirkan proposal riset (research plan). Bahkan kadang-kadang bisa tanpa proposal riset, dengan cara bercakap-cakap dengan profesornya terlebih dahulu (via e-mail) dan meminta sang profesor memberikan alternatif research plan. Pokoknya asal menunjukkan minat melakukan penelitian.

Beasiswa (gaji) bulanan yang diterima adalah SG$1400, tanpa tiket pesawat (kecuali yang ASEAN scholarship). Biaya hidup bulanan (hidup enak) sekitar SG$1000, jadi masih bisa menabung SG$400 per bulannya.

——————————————–
8. Australia & Inggris
Seperti kita ketahui Australia menyediakan beasiswa tahunan AusAID yang saingannya berjibun. Pusat informasi pendidikan Australia adalah IDP, berlokasi di Jl.Rasuna Said.

Sedangkan Inggris juga menyediakan beasiswa S2 dan S3 tahunan (British Chivening) yang pelamarnya banyak sekali. Informasi tersebut bisa didapatkan di British Council, Widjojo Centre. Beasiswa diberikan kepada 80% pegawai negeri dan 20% swasta.

Perlu diberitahukan juga bahwa di British Council tersebut juga sering ada pengumuman beasiswa untuk S2/S3, hanya saja sayangnya hampir semua beasiswa tersebut parsial (misalnya 1/2 uang tuition).

Australia dan Inggris adalah negara-negara yang terkenal pelit dalam soal beasiswa, mentang-mentang pakai bahasa Inggris. Kasarnya, mereka mengkomersilkan pendidikan. Bahkan untuk S3, harus bayar. Kalaupun ada program beasiswa, saingannya banyak sekali.

Tapi jangan putus asa. Kalau ada kemauan, maka ada jalan. Beberapa universitas di Australia, menyalurkan beasiswa riset dari pemerintah Australia untuk jenjang S2/S3 terbatas kepada pelamar internasional (bukan AusAID), termasuk biaya hidup (tanpa tiket pesawat dan settlement cost). Hanya saja saingannya lumayan banyak, meskipun tidak seketat AusAID. Dalam formulir pendaftaran yang biasanya bisa didownload langsung dari website universitas, jangan lupa cantumkan statement of purpose dan research plan.

Tapi saya juga pernah ditawari untuk mengajar program bachelor di Australia (mungkin saat itu mereka sedang kekurangan dosen), sekaligus mengambil program S3. Jadi ada kans untuk mengajar atau jadi tenaga peneliti, sekaligus mengambil S3. Tinggal pintar-pintarnya kita saja membujuk mereka agar mau mengambil kita. Manfaatkan kunjungan-kunjungan lembaga pendidikan Australia ke Indonesia untuk merekrut mahasiswa S1, untuk mencari kemungkinan S3 sekaligus bekerja di universitas itu.

Kemudian University of Cambridge (www.cambridge.ac.uk) juga menyediakan beasiswa lepasan tanpa ikatan dinas.

 Sumber: Amwibowo

Tips Beasiswa (Scholarship)

Download Panduan Mendapat Beasiswa Luar Negeri dari DIKTI

Panduan Program Hibah Kompetisi Institusi (PHKI) DIKTI

Download Info & Formulir Beasiswa

Jepang:

Soal-soal Ujian & Kunci Jawaban Beasiswa Pemerintah Jepang (Monbukagakusho) 2007

Program Sarjana S1 (Undergraduate)

 Program Beasiswa untuk Research Students

Jerman:

Undergraduate

Graduates (S1 S2)

Prancis:

UIN SUKA Yogya

Join our newsletter to receive this scholarships info beasiswa dalam negeri dan luar negeri via email, click here

477 Tanggapan

  1. assalamu’alaikum
    sy lulusan smu thn 2003,pas sekolah alhamdulullah sy sering rangking 5 besar.sy sdh bkrja kesana kemari dg status kryawan kontrak.dari dulu .sy pengn kuliah tp tdk pnya biaya.tolong bantu saya kasih informasi beasiswa S1 di wilayah purwokerto.ni email saya : bonengwekwek@gmail.com
    HP : 081391666722

  2. Saya Guru Matematika SMAN 1 Jatiwangi kab Majalengka Jawa barat lulusan D3 ITB Matematika 1992 ,lulus S1 UT Matematika 1996 , S2 UNIGAL Sedang persiapan tesis (semua biaya sendiri ). SAYA BERNIAT MELANJUTKAN KE S3 SIAP DI DALAM NEGERI MAUPUN LUAR NEGERI … IQ SAYA SIAP MENERIMA PELAJARAN DGN BAIK …HANYA NASIB YG BELUM BERPIHAK …oleh karena itu saya minta tolong ide gagasan cara agar saya dapat mewujudkan tujuan saya ke S3 melalui jalur beasiswa …

  3. saya mau dapet beasiswa dari luar buat kelanjutan kuliah saya karna butuh biaya…

    bagaimana caranya dan bagaimana persyaratannya???

    tapi di kampus saya…???

  4. saya butuh biaya buat kelanjutan perkuliahan saya,,,,,,

    bagaimana caranya dan apa saja persyaratannya????

  5. Assalamu’alaykum Wr.wb

    Saya lulusan D4 kebidanan UNPAD. Saya ingin melanjutkan S2 kebidanan baik di dalam maupun luar negeri. Bagaimana cara mendapatkan beasiswa untuk ke jenjang S2 kebidanan?

  6. saya skg mhsiswa S1 gizi kesehatan..
    akhir tahun depan sya ingin mlnjutkan kuliah S2 di luarnegeri (mengingat di dalam negeri masih sangat trbatas)..
    di Jepang atau Korsel bisa tidak ya?!
    tp sy tidak punya bnyak biaya..
    mhon bntuannya!!!
    Trima kasih banyak sblumny!!

  7. salam supeeeRR!
    saya seorang D3 fisioterapis yang baru mnyelesaikan studi saya di perguruan tinggi swasta di Jakarta, dan mempunyai motivasi yang tinggi untuk berkarir..saya mencari info tentang beasiswa untuk melanjutkan study saya ke tingkat yang lebih tinggi (S1), di singapore, japan, south Korea….kalaupun ada, persiapan apa saja yang harus saya lakukan, selain bahasa?.. atas infonya saya mengucapkan terima kasih

  8. Dear,

    Saya seorang mahasiswa lulusan D3 Teknologi Pangan perguruan tinggi negeri, ingin melanjutkan kuliah ke jenjang S1. Sekarang saya bekerja di sebuah perusahaan swasta di Jakarta..Mohon informasinya apabila ada beasiswa baik di dalam maupun di luar negeri dan apa saja kriteria atau persiapan yang harus dilakukan untuk memenuhi persyaratan beasiswa tsb.
    Terimakasih…

  9. Dear,

    Saya seorang mahasiswa lulusan D3 Teknologi Pangan perguruan tinggi negeri, ingin melanjutkan kuliah ke jenjang S1. Sekarang saya bekerja di sebuah perusahaan swasta di Jakarta..Mohon informasinya apabila ada beasiswa baik di dalam maupun di luar negeri dan apa saja kriteria atau persiapan yang harus dilakukan untuk memenuhi persyaratan beasiswa tsb.
    Terimakasih…

  10. ASSALAMU’ALAIKUM.WR.WB

    perkenalkan saya alumni teknologi industri pangan universitas brawijaya. saat ini saya berkeinginan untuk meneruskan kuliah dengan jurusan yang sama. terutama dinegara malaysia atau negara lainnya. KIRANYA BAPAK BERSEDIA MEMBIMBING SAYA MERAIH MIMPI TERSEBUT SYUKRON

  11. Salam sejahtera..
    Saya PNS di Bandung br selesai mengikuti program D1 jurusan Geologi ingin melanjutkan ke jenjang S1. Mohon informasinya apabila ada beasiswa di dalam negeri (Bandung) dan apa saja kriteria atau persiapan yang harus dilakukan untuk memenuhi persyaratan tersebut. Sebelum dan sesudahnya terima kasih.

  12. saya mw beasiswa

  13. Salam Sejahtera
    Saya lulusan S2 tahun 2009 ISI Surakarta Jurusan Pengkajian Seni(MInat MusikNusantara),ingin melanjutkan kejenjang selanjutnya. Kiranya ada yang membantu dan memberikan informasi apabila terdapat beasiswa di dalam maupun luar negeri maupun lowongan pekerjaan bagi saya. Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.

  14. assalamu’alaikum………..
    saya seorang mahasiswa bru di salah stu perguruan tinggi di jabar, saya mau minta tolong
    kasih tau informasi beasiswa dongk untuk ringanin biaya kuliah, tolong ya……… di tunggu balasannya bisa lewat email
    arachmanpba@yahoo.com atau via sms ke 081395537165.
    mkch sblumnya,,,,,,,,,,,,
    wsslm………..

  15. askum….
    q santriwati di ponpes ma’had hadits biru kab. bone, tpatxx kelas 3 aliyah.prestasiku bisa di katakan lumayan…dri dulu saya sangat mengimpikan kuliah di luar sulawesi,, tp melihat kondisi ekonomi orang tuaku yang tidak memungkinkan, q hanya bisa berharap dapat beasiswa agar dapat membuat mimpiku jadi kenyataan…. bwt tman” ,tolong bantu saya… jika ada info beasiswa……. insya Allah innalllaha ma’naa…

  16. Assalamu’alaikum Wr.Wb.
    saya alumnus Pon-Pes Lirboyo Kediri.
    Sekarang sedang kuliah di UNMA Majalengka Jur. PAI.
    saya masih ragu apakah saya sanggup untuk melaksanakan perkuliahan ini, karena saudara saya masih banyak dan masih dalam jenjang pendidikan. jika saya mengandalkan uang dari orang tua jelas akan menjadi beban yang sangat memberatkan kepada keduanya. Untuk itu, jika ada bea siswa tolong saya di masukan dalam penerimanya dan insya’ Allah dengan sangat yakin saya akan serius menjalani perkuliahan.

  17. saya sarjana perikanan dari universitas brawijaya,asal ponorogo ingin melanjutkan S2..apakah ada beasiswa dari pemerintah kabupaten ponorogo?

  18. Assalamu alaikum Wr. Wb.
    saya lulusan S1 Teknik Lingkungan di Universitas PGRI Adi Buana Surabaya.saya kepingin sekali melanjutkan ke S2 tp saya ga punya biayanya…saat ini sy memang lagi mencari beasiswa ntuk melanjutkan sekolah tp kok susah bangat ya…sy mohon informasi dan persyaratan apa yg diperlukan untuk mendapatkan beasiswa s2 dengan mudah…terima kasih

  19. saya mahasiswi s2 Teknik Pertanian UGM,…saya mencari beasiswa s2,….tlong dikasih infonya

  20. saya mahasiswi S1 Manajemen di UNHALU (sultra) saya mencari beasiswa. Mohon diinfokan segera

  21. mohon dkirin ke email : LILIS_SULTRA@YAHOO.COM

  22. Saya mahasiswa S1 di STMIK Budidarma Medan, minta beasiswa dr pemerintah.
    mohon diinfokan!!

  23. Syalom…
    Saya siswa Sma di papua, dan saya ingin sekali untuk melanjutkan studi saya di Australi.Tapi sekarang ini saya lagi binggung bagaimana caranya supaya saya bisa mendapatkan informasi mengenai program beasiswa studi di australi.Saya berharap kiranya ada yang ingin memberikan saya informasi tersebut.
    Tuhan Berkati.

  24. assalammualaikum ..
    saya mahasiswa D3 keperawatan .
    insyaAllah taun dpan saya lulus ..
    saya ingin sekali melanjutkan S1 keperawatan .. .
    tolong berikan saya info mengenai beasiswa S1 keperawatan yg ada , baik di universitas indo maupun di luar .
    serta berbagai persyaratannya ..
    lewat email saya diamond_sayangku@yahoo.com
    trima kasih …

  25. ada tak d kepri beasiswa untuk s1 ekstensi khusus kampus kota batam

  26. assalamualikum
    saya mahasiswi S1 di STEI SEBI, saya harap ada beasiswa atau donatur yang mau membantu saya dalam menyelesaikan jenjang S1 saya, karena saya hanya dapat beasiswa 50 % saja jadi saya mencari beasiswa 50 % lagi.
    terimakasih sebelumnya
    wassalamualaikum

  27. assalamualikum
    saya mahasiswi S1 di sekolah tinggi di jakarta, saya harap ada beasiswa atau donatur yang mau membantu saya dalam menyelesaikan jenjang S1 saya, karena saya hanya dapat beasiswa 50 % saja jadi saya mencari beasiswa 50 % lagi.
    terimakasih sebelumnya
    wassalamualaikum

Tinggalkan Balasan